Different Vampires, Different Stories

Tema vampire selalu menjadi tema buku atau film yang menarik untuk diangkat. Mulai dari kesan horror, tegang, pembunuhan, persaingan, sampai romance dapat dicampur dalam cerita vampire.sudah banyak berbagai buku maupun film yang menampilkan cerita vampire hampir dengan jalur cerita yang sama. Cinta segitiga, cinta antara manusia dan vampire, manusia serigala, maupun sesama vampire, dan sebagainya. Beberapa tahun belakangan, cerita mengenai vampire ini juga mulai banyak dijadikan film, drama televisi, dan buku. Merupakan satu kisah tentang makhluk malam penghisap darah yang berbeda dari yang lain, Vampire Academy.

Vampire Academy menawarkan tidak hanya satu jenis vampire, melainkan tiga. Moroi, Strigoi dan Dhampir. Makhluk-makhluk baru dengan nama yang terdengar asing, akan ditemukan dalam buku ini. Vampire selalu digambarkan sebagai makhluk immortal, yang hidup abadi selamanya. Tidak di sini. Dalam Vampire Academy, vampire merupakan makhluk yang dilahirkan sama seperti manusia biasa.

Moroi, merupakan jenis vampire normal, vampire yang dilahirkan, mereka bisa mati dan tidak hidup abadi. Setiap Moroi memiliki salah satu kekuatan magic dari empat unsur air, tanah, udara, dan api. Ada unsur lain yang menjadi kekuatan Moroi, yaitu roh. Namun, pengguna roh sangat jarang ditemukan, dan hanya ada beberapa Moroi yang memiliki kekuatan roh. Moroi dilarang untuk menggunakan kekuatan magic mereka untuk melawan musuh ataupun hanya sebagai perlindungan. Moroi juga terbagi atas dua, yaitu Moroi bangsawan dan bukan bangsawan. Karena larangan dalam penggunaan kekuatan mereka, setiap Moroi harus memiliki pengawal. Moroi bangsawan biasanya diwajibkan untuk memiliki pengawal yang mendedikasikan hidupnya untuk mereka. Pengawal-pengawal ini berasal dari ras Dhampir.

Dhampir merupakan makhluk setengah manusia dan setengah Moroi. Dhampir ada karena hubungan antara Moroi dan manusia yang menghasilkan Dhampir. Dhampir juga bisa dihasilkan dengan hubungan antara Moroi dan Dhampir. Tapi Dhampir dengan Dhampir tidak dapat menghasilkan anak. Dhampir yang menjadi pengawal biasanya merupakan Dhampir laki-laki. Tidak banyak Dhampir perempuan yang memilih untuk menjadi pengawal, dan lebih sering memilih menjadi ibu rumah tangga. Tidak sedikit juga Dhampir yang memilih menjadi pelacur darah, yaitu para Dhampir yang suka rela darahnya dihisap oeh Moroi saat sedang melakukan hubungan badan. Walaupun Dhampir memiliki gen Moroi, tetapi Dhampir tidak sama dengan Moroi. Dhampir mewarisi kecepatan Moroi, tidak dengan penampilan. Moroi merupakan makhluk yang sangat anggun, berkulit putih pucat, dan bertubuh kecil. Namun Dhampir berbentuk tubuh besar, tidak berkulit pucat, sangat berbeda dengan Moroi. Dhampir tidak meminum darah seperti Moroi. Mereka seperti manusia biasa, dapat berjalan di bawah sinar matahari, makan makanan seperti manusia, dan hidup seperti manusia. Dhampir yang menjadi pengawal biasanya memiliki satu alat yang selalu mereka bawa untuk membunuh Strigoi, yaitu silver stakes atau pasak perak. Pasak ini telah diisi oleh empat elemen magic; air, tanah, udara, dan api. Tusukkan pasak perak tepat di jantung Strigoi, dan alat ini dapat langsung membunuh monster itu.

Strigoi merupakan immortal vampire, hidup abadi, haus akan darah, dan tidak berbeda dengan monsters. Strigoi diciptakan bukan dilahirkan. Ada dua cara untuk menciptakan Strigoi; dengan kemauan, atau dengan paksaan. Membunuh Strigoi juga ada dua cara; dengan menusuk jantung Strigoi menggunakan pasak perak, atau dengan memotong kepala mereka. Strigoi merupakan satu-satunya ancaman terbesar dalam hidup Moroi. Mereka terus menerus meneror, mengganggu bahkan membunuhi Moroi-moroi yang tidak bersalah. Bukan hanya menjadi ancaman bagi hidup Moroi, Strigoi juga menjadi ancaman di tengah-tengah manusia. Strigoi hanya memikirkan tentang darah, dan bagaimana mereka mendapatkan darah bahkan jika mereka harus membunuh manusia tidak berdosa.

Vampire Academy memiliki dua karakter utama yang menjadi pusat cerita, Rose dan Lissa. Rose Hathaway adalah seorang gadis Dhampir berumur tujuh belas tahun yang kuat, badass, seksi, dan disukai oleh banyak pria. Tidak seperti kebanyakan gadis seumurannya, Rose sudah sangat mandiri di umurnya yang masih sangat muda. Gadis muda ini, merupakan gadis yang mampu berkelahi dengan siapapun yang berusaha mengganggunya. Sedangkan Lissa, atau Vasilisa Dragomir, adalah sahabat baik Rose yang juga merupakan seorang Moroi keturunan bangsawan satu-satunya yang tersisa dari keluarga Dragomir. Seorang bangsawan Moroi yang menjadi tanggung jawab Rose

Cerita  pada buku pertama Vampire Academy, berawal saat Rose dan Lissa sedang dalam pelarian mereka dari St. Vladimir Academy yang tertangkap oleh sekelompok pengawal akademi yang dipimpin oleh Dimitri Belikov. Dimitri merupakan pengawal muda terkenal yang sangat kuat dan pandai berkelahi. Rose menggambarkan Dimitri sebagai Dhampir terseksi yang pernah dia temui. Dimitri diutus menjadi mentor Rose, dalam pelatihan yang ditinggalkan Rose selama pelarian, dan secara resmi juga menjadi pengawal bagi Lissa.

Untuk menjadi pengawal Moroi, seorang Dhampir harus lulus dari akademi terlebih dahulu dan setelah itu mendapatkan izin untuk mengawal. Tapi kasus yang berbeda ada pada Rose dan Lissa. Sebuah ikatan di antara keduanya, membuat Rose terikat kepada Lissa, dan harus menjadi pengawal Lissa. Ikatan itu tercipta, karena Lissa pernah menghidupkan kembali Rose dalam suatu insiden kecelakaan yang merenggut nyawa orang tua dan kakak Lissa. Lissa memiliki kekuatan roh, yang jarang dimiliki oleh Moroi.

Banyak hal yang dapat dilakukan oleh pengguna roh, salah satunya adalah menyembuhkan orang sakit atau menghidupkan kembali orang yang telah mati. Pengguna roh juga biasanya dapat melakukan kompulsi yang sangat kuat dibanding Moroi lain. Setiap Moroi memang bisa mempelajari cara menggunakan kompulsi, tapi bagi pengguna roh, penggunaan kompulsi sangat gampang dilakukan dan menimbulkan efek yang jauh lebih kuat bagi orang yang dikompulsi.

Kisah cinta Rose sangat ironis. Rose harus berjuang keras menyembunyikan perasaannya kepada Dimitri karena status mereka yang tidak memungkinkan adanya hubungan kasih. Begitu juga dengan Dimitri. Rose dan Dimitri saling mencintai satu sama lain lebih dari apapun di dunia, namun mereka harus memposisikan kepentingan Moroi  di atas segalanya. Rose sempat menjalin kasih dengan sahabat baiknya Mason Ashford, yang berujung pada kematian sang pacar. Mason mati dibunuh oleh Strigoi, saat dia sedang dalam perjalanan memburu Strigoi di Spokane.

Bukan hanya kisah cinta Rose yang menarik perhatian di sini, namun kisah cinta Lissa dengan sang kekasih, Christian Ozera. Christian merupakan keturunan keluarga bangsawan Moroi, Ozera. Namun keluarga Ozera sudah tidak dianggap oleh keluarga bangsawan lain, sejak orang tua Christian dengan suka rela menyerahkan diri kepada Strigoi, untuk dibangkitkan menjadi Strigoi dan keduanya berakhir mati. Lissa dan Christian merasa memiliki banyak kesamaan, salah satunya adalah fakta bahwa mereka tidak begitu peduli dengan darah bangsawan yang mengalir di tubuh mereka. Lissa, yang merupakan anggota satu-satunya dari keluarga Dragomir, dan Christian, yang sudah tidak dianggap keluarga bangsawan karena kesalahan orang tuanya, merasa cocok dan memiliki masalah hidup yang sama. Pasangan ini sempat sekali berpisah, tetapi berujung kembali bersama, karena mereka sangat mencintai satu sama lain.

Mati satu tumbuh seribu, begitulah kata pepatah. Ini juga berlaku untuk Rose, karena pada buku kedua (Frostbite) seorang laki-laki muda Moroi datang ke dalam kehidupan Rose. Adrian Ivashkov merupakan anggota keluarga bangsawan Moroi yang dikenal nakal, dan suka mempermainkan perempuan. Adrian tertarik kepada Rose, sejak pertemuan pertama mereka. Dhampir kecil merupakan nama panggilan Adrian untuk Rose, yang selalu dia pakai saat bertemu dengan Rose.

Berbagai masalah dan kejadian-kejadian tidak diinginkan dan tidak terprediksi terjadi. Rose harus kehilangan Dimitri, yang secara terpaksa berubah menjadi Strigoi di buku ketiga (Shadow Kiss). Hati Rose hancur dan membuat gadis ini mengambil satu keputusan yang sangat berat untuknya. Membunuh Dimitri, cinta sejatinya, merupakan satu-satunya keputusan yang harus Rose ambil. Rose dan Dimitri pernah berjanji bahwa mereka lebih baik mati daripada harus berubah menjadi monster seperti Strigoi. Janji ini yang mengokohkan tekad Rose untuk membunuh Dimitri dengan tangannya sendiri, walaupun berat untuk dilakukan.

Rose berhasil menusuk Dimitri dengan pasak perak, namun ternyata tusukkannya tidak begitu kuat untuk membunuh Dimitri. Pada akhir buku keempat ( Blood Promise ), Rose mendapatkan paket dari Rusia yang berisikan surat dari Dimitri. Surat itu menyatakan bahwa Dimitri masih hidup, dan Rose harus memperhatikan pelajaran pertama yang diajarkan Dimitri dulu, yaitu jangan ragu-ragu. Rose juga diminta oleh Dimitri untuk memastikan musuhnya telah mati, lain kali mereka bertemu lagi. Dimitri berjanji, dalam suratnya, bahwa dia akan mencari dan menemukan Rose untuk balas dendam. Dimitri juga mengirimkan pasak perak yang digunakan Rose untuk menusuknya.

Dengan berubahnya Dimitri menjadi Strigoi, Rose memberikan Adrian kesempatan untuk menjalin hubungan dengan Rose. Keduanya saling mencintai dan menyayangi, namun Rose tahu bahwa perasaan dia untuk Adrian, tidak akan pernah sama dengan perasaannya untuk Dimitri. Hubungan cinta keduanya berjalan baik, sampai saat Adrian menemukan bahwa Rose masih belum bisa melupakan Dimitri. Rose mendapatkan informasi, bahwa Strigoi dapat diubah kembali menjadi kondisi dia sebelum menjadi Strigoi. Sebuah tusukkan dengan menggunakan pasak perak yang sudah diisi oleh elemen tambahan, yaitu roh. Seorang pengguna rohnya sendiri yang harus menusukkan pasak tersebut ke jantung Strigoi. Rose terus menerus berusaha untuk mengubah Dimitri kembali menjadi Dhampir dengan bantuan Lissa.

Dalam buku kelima ( Spirit Bound ), Lissa berhasil mengubah Dimitri kembali menjadi Dhampir. Namun, Dimitri tidak begitu saja kembali menjadi Dimitri yang sebelumnya. Dimitri sempat mengalami shock dan depresi karena ingatannya yang masih tampak jelas akan hal-hal apa yang telah dia lakukan selama menjadi Strigoi. Dimitri juga menghukum dirinya dengan menjauh dari Rose, karena Dimirti masih ingat perlakuan yang telah dia lakukan tehadap Rose di Siberia. Butuh waktu yang cukup lama, untuk sampai pada tahap Dimitri benar-benar pulih dan melupakan segala hal yang berkaitan dengan hidupnya semasa menjadi Strigoi.

Pada awal buku keenam ( Last Sacrifice ), Rose mengalami kebosanan yang teramat sangat mendekam di dalam penjara karena sesuatu hal yang tidak dia lakukan. Rose dituduh membunuh sang Ratu Kerajaan Moroi, yang sekaligus menjadi tante kesayangan Adrian Ivashkov, yang saat itu masih menjadi kekasih Rose. Di akhir buku kelima (Spirit Bound), Ratu kerajaan Moroi ditemukan mati terbunuh dikamarnya dengan pasak perak tertancap di dada. Pasak perak itu diketahui merupakan pasak milik Rose, yang tidak tahu menahu bagaimana pasak itu bisa berada tertanam di dada sang Ratu. Saat pembunuhan terjadi, Rose sedang bersama Adrian, namun ada pernyataan saksi yang memberatkan Rose. Sampai akhirnya Rose dinyatakan bersalah dan harus ditahan di penjara, menunggu pengadilan berikutnya.

Teman-teman dan orang-orang terdekat Rose tidak pernah percaya akan tuduhan yang memberatkan Rose. Di buku keenam (Last Sacrifice), Rose dikeluarkan secara paksa oleh teman-teman dan orang tua Rose. Dimitri, sebagai orang yang paling dipercaya oleh orang tua Rose, ditugaskan untuk membawa Rose pergi jauh dari kerajaan dan berbaur dengan manusia. Dalam pelarian ini, Rose dan Dimitri tidak hanya berdua, namun juga ada kehadiran seorang gadis alchemist bernama Sydney Sage. Alchemists merupakan sekelompok manusia yang mengetahui keberadaan Moroi, Dhampir, dan Strigoi, serta membantu mereka. Tidak banyak manusia yang mengetahui keberadaan vampire.

Banyak yang terjadi selama pelarian, termasuk pulihnya Dimitri dan keberhasilan Rose dalam membuat Dimitri jatuh kembali kedalam pelukkannya. Adrian, Lissa, dan Christian berusaha dengan giat mengungkap pelaku pembunuhan tante dari Adrian, dan dapat membebaskan Rose. Namun mereka tidak berhasil dalam menemukan bukti-bukti atau petunjuk akan siapa pelaku sebenarnya. Roselah yang berhasil mengungkap identitas si pelaku. Selama ini ternyata sang pelaku benar-benar rapi menyimpan rahasia nya, dan menjadi orang yang sangat dipercaya oleh seluruh Moroi dan Dhampir.

Rose sempat tertembak, saat dia mengungkap siapa pelaku pembunuhan yang sebenarnya di kerajaan, yaitu Tasha Ozera, tante dari Christian Ozera yang merupakan kekasih dari Lissa dan teman lama dari Dimitri. Tasha berniat menembak Lissa, karena dipermalukan di depan banyak orang. Rose yang melihat hal itu, mengorbankan dirinya, lompat ke depan Lissa menghalangi peluru tersebut, dan dan membiarkan tubuhnya tertembak. Rose sempat tidak sadarkan diri untuk beberapa hari, namun berhasil sembuh. Gadis ini menemukan Dimitri sedang menemaninya dengan sabar saat dia baru sadar dari tidur lama. Ikatan di antara Rose dan Lissa hilang, karena Rose sempat kembali menyebrangi jalan antara hidup dan mati, tapi kali ini dengan usahanya sendiri.

Hubungan Rose dan Adrian tidak dapat diselamatkan, dan mereka harus putus dengan tidak baik-baik, saat Rose sudah sembuh dari insiden yang menimpanya. Adrian melihat Dimitri mengecup kening Rose, saat sebelum Rose pergi kembali ke Istana kerajaan untuk mencari petunjuk siapa penjahat yang ada di kerajaan. Saat itu Adrian datang untuk memberi dukungan untuk Rose, namun harus melihat kekasihnya dicium oleh cinta sejati gadis itu di depan mata kepalanya sendiri.

Rose menyayangi kedua laki-laki yang penting bagi hidupnya itu, namun Rose selalu tahu, rasa sayangnya untuk Adrian tidak pernah dan tidak akan pernah sebesar rasa sayangnya kepada Dimitri. Adrian yang selalu lucu dan bergaya santai, selalu bisa membuat Rose terhibur dan melupakan masalahnya, sedangkan Dimitri yang lembut dan penuh perhatian, selalu bisa membuat Rose semakin mencintainya dan tidak bisa hidup tanpa dia. Adrian pergi, setelah bertengkar dengan Rose, dan tidak kelihatan batang hidungnya lagi.

Setelah kematian sang Ratu, Kerajaan Moroi membutuhkan Ratu baru yang dapat memimpin kerajaan dan para Moroi dengan lebih baik. Vasilisa Dragomir, atau Lissa, dipilih menjadi Ratu baru bagi para Moroi. Sempat terjadi pro-kontra atas pencalonan diri Lissa menjadi Ratu. Pertama, karena dirinya merupakan anggota keluarga Dragomir satu-satunya yang masih ada, dan kedua, karena umurnya yang masih delapan belas tahun. Namun, terungkap rahasia bahwa Lissa masih memiliki seorang adik perempuan satu ayah, berbeda ibu. Gadis itu bernama Jill Mastrano, seorang adik kelas dari Rose dan teman-temannya di akademi yang memang sudah dekat dengan Rose. Dengan kehadiran Jill, akhirnya Lissa berhasil terpilih menjadi Ratu baru di kerajaan Moroi.

Richelle Mead kembali menulis satu series yang menjadi spin-off dari Vampire Academy, yaitu Bloodlines. Bukan lagi berpusat dengan cerita Rose Hathaway, dalam Bloodlines pembaca disuguhkan cerita petualangan dari Sydney Sage, Jill, Eddie, dan Adrian. Cerita tentang kehidupan baru Jill yang terungkap sebagai anak bungsu dari keluarga Dragomir, bersama Sydney, Eddie dan Adrian. Dalam spin-off ini, Adrian memiliki perasaan khusus terhadap Sydney yang berbeda sdengan perasaannya dulu kepada Rose.

Tidak hanya Bloodlines, baru-baru ini, Richelle Mead ikut berpartisipasi dalam sebuah buku berjudul Foretold 14: Tales of Prophecy and Prediction. Buku ini merupakan buku berisi kumpulan cerita-cerita pendek mengenai kelanjutan kisah beberapa novel-novel terkenal. Banyak authors dari buku-buku Young Adults New York Best Selling berpartisipasi dalam menulis di sini. Richelle memberikan penggemar Vampire Academy, spin-off pendek mengenai kelanjutan kisah Rose dan Dimitri yang sudah bersatu pada akhir Vampire Academy: Last Sacrifice. Spin-off pendek ini berjudul Homecoming, menceritakan Rose dan Dimitri yang melakukan perjalanan ke Rusia, menemui kelluarga Dimitri.

Sebelumnya pada buku kelima ( Blood Promise), Rose sempat tinggal beberapa lama di rumah keluarga Belikov, di Rusia. Rose saat itu memberi tahu keluarga Belikov, bahwa Dimitri telah berubah menjadi Strigoi. Keluarga Belikov sempat mengalami kesedihan yang mendalam, sekaligus mengadakan upacara peringatan “kematian” Dimitri. Keluarga Belikov juga sangat menerima Rose sebagai kekasih Dimitri, dan sudah menganggap Rose menjadi anggota keluarga mereka.

Dalam Homecoming, Rose dan Dimitri kembali ke Rusia, menemui keluarga Belikov untuk meyakinkan mereka bahwa Dimitri sudah benar-benar kembali berubah menjadi Dhampir. Keluarga Belikov menyambut mereka dengan tangan terbuka. Yeva, nenek dari Dimitri, mengatakan bahwa beliau mendapatkan “penglihatan” akan adanya sebuah pernikahan yang datang dalam waktu singkat, dan pernikahan itu dimaksudkan sebagai pernikahan Rose dan Dimitri.

Vampire Academy memberikan berbagai perasaan, emosi, dan keterikatan pada karakter-karakter dalam cerita yang begitu kuat. Richelle Mead berhasil membuat pembaca terperangkap di dalam dunia baru yang diciptakannya. Ketegangan, rasa penasaran, rasa senang, sedih, dan bunga-bunga cinta yang terdapat di dalam buku ini dapat mempengaruhi pembaca.

Vampire Academy versi bahasa Indonesia, baru diterbitkan sampai buku keempat, Blood Promise. Jika penasaran dan ingin ikut merasakan bagaimana dunia vampire baru yang diciptakan oleh Richelle Mead, Vampire Academy tidak akan mengecewakan.🙂

all cover photos credit to : goodreads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s