Love Is Never Ugly

Sebuah film yang mengajarkan kita, bahwa mencintai seseorang bukan hanya dilihat dari wajah dan penampilan, tetapi hati menjadi hal yang paling penting, Beastly.

Kyle Kingson, seorang anak dari orang terkenal, Rob Kingson. Laki-laki muda yang tampan, berkharisma, kaya, dan sombong. Kyle memiliki banyak penggemar, dan disukai oleh teman-temannya karena kekayaannya.

Di saat seseorang memiliki popularitas, tidak semua orang suka, pasti ada yang membenci popularitas seseorang itu. Kendra Hilferty dikenal sebagai penyihir aneh di sekolah, sekaligus merupakan musuh Kyle, karena wajah Kendra yang buruk rupa. Kyle selalu mengejek orang yang tidak memiliki wajah baik seperti dirinya, dan Kendra selalu menjadi sasaran Kyle. Suatu hari, Kyle mempermainkan Kendra, dengan mengatakan dia bersedia berkencan dengan Kendra, dan menjadi pasangan wanita itu di suatu pesta. Namun, Kyle ternyata hanya berbohong kepada Kendra, yang sudah sangat membuat Kendra kesal dan merasa sikap Kyle sudah sangat keterlaluan.

Kendar memantrai Kyle, mengubah Kyle menjadi laki-laki tanpa rambut dan buruk rupa. Bermacam luka-luka tergores di wajah, tangan, kepala, seluruh tubuhnya terbalut dengan luka. Tidak ada yang mau mendekati Kyle dengan keadaan yang kacau seperti itu. Bahkan tidak untuk ayahnya. Ayah Kyle mengasingkan Kyle di sebuah rumah di pinggiran kota bersama satu pengasuh, dan satu guru private. Kyle belum bisa menerima keadaan dirinya yang berubah drastis.

Dia terus mencoba mendekati Kendra untuk meminta maaf dan melepaskan kutukan tersebut dari dirinya. Namun Kendra tidak bersedia dan bilang bahwa Kyle diberi waktu setahun untuk melepaskan mantra itu. Dia harus dapat mencari seseorang yang mencintai dirinya apa adanya dengan keadaan seperti itu sampai batas waktu musim semi mendatang.

Dengan keadaannya yang seperti sekarang, Kyle mengetahui bahwa selama ini teman-teman dekatnya hanya berpura-pura dan berkhianat. Sahabat karibnya ternyata menjalin hubungan dengan pacarnya di balik punggung Kyle. Tidak ada yang benar-benar menyayangi Kyle, dan tidak ada yang merasa kehilangan akan perginya Kyle. Saat Kyle merasa dikhianati oleh sekitarnya, seorang wanita muncul dalam hidup Kyle. Lindy Taylor merupakan teman sekolah Kyle yang selama ini menaruh hati kepada Kyle, namun tidak pernah menjadi perhatian Kyle. Lindy berbicara dengan Kyle dalam satu pesta, tanpa menyadari kehadiran Kyle karena keadaan Kyle yang sangat berbeda.

Kyle menghabiskan waktu tiap tengah malam untuk mengunjungi rumah Lindy secara diam-diam. Tidak berani menemui gadis itu secara langsung, mengingat wajah buruk rupa yang dia miliki sekarang. Tanpa sengaja, Kyle menemukan bahwa ayah Lindy terlibat suatu masalah dan menawarkan ayah Lindy perlindungan untuk Lindy di rumahnya, agar Lindy aman.

Lindy akhirnya pindah bersama Kyle, membuat Kyle menjadi panik setiap hari. Lindy tidak mau keluar kamar, merasa marah kepada Kyle karena Kyle tidak pernah menyambut Lindy secara langsung dan selalu bersembunyi. Kyle berusaha memberikan berbagai hadiah mahal untuk Lindy, tapi tidak berhasil. Kyle akhirnya menyerah. Dia membawakan makanan camilan untuk Lindy, dengan memberikannya langsung. Namun Kyle belum berani memperlihatkan wajahnya kepada Lindy. Tidak masalah, bagi Lindy itu sudah menjadi kemajuan, paling tidak pemilik rumah itu sudah mau bertemu dengannya.

Satu malam, Lindy menemui Kyle yang sedang menonton di ruang tengah. Mereka berbicara panjang lebar bersama untuk pertama kalinya. Pada saat itulah, Kyle memperlihatkan keadaannya yang buruk kepada Lindy, yang mengejutkan Kyle, merasa tidak takut ataupun berusaha menjauh dari Kyle. Lindy dengan senyum ringan mengatakan bahwa dia pernah melihat hal yang lebih buruk daripada wajah Kyle. Ini membuat Kyle merasa senang dan percaya diri.

Hubungan Lindy dan Kyle menjadi semakin dekat seiring berjalannya waktu. Kyle sadar, bahwa dia mencintai dan menyayangi Lindy, namun dia tidak yakin dengan perasaan Lindy. Kyle akhirnya memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada Lindy, karena masa tenggang mantra Kyle yang semakin tipis. Kyle menyatakan perasaannya kepada Lindy sesaat sebelum Lindy pergi untuk suatu perjalanan bersama teman-teman sekolahnya.

Musim semi telah tiba, dan hari itu bertepatan dengan tenggang waktu Kyle. Kyle menyatakan rasa cintanya pada Lindy, yang dibalas dengan senang hati oleh sang gadis. Kyle tahu bahwa waktunya telah habis, dan dia sudah rela tetap menjadi buruk rupa asalkan memiliki Lindy di sisinya.

Di luar sekolah, Kyle merasakan sensasi yang sama saat dia berubah menjadi buruk rupa dulu, dan ternyata itu merupakann proses yang membawa diri lama Kyle kembali. Lindy membatalkan perjalanannya dengan teman-temannya, dan memutuskan untuk mengejar Kyle di luar sekolah. Lindy kaget saat dia menelpon nomer ponsel Kyle buruk rupa yang dia kenal, ternyata merupakan nomor ponsel Kyle si tampan yang digila-gilai banyak wanita.

Hidup Kyle telah kembali normal ditambah dengan kehadiran cinta sejati di dalam hidupnya. Film ini diakhiri dengan scene Kyle dan Lindy berciuman di jalan dekat sekolah mereka. Berbagi moment manis, setelah segala sesuatu yang telah terjadi di kehidupan mereka.

Alex Pettyfer berperan sebagai Kyle Kingson, dan Vanessa Hudgens sebagai Lindy Taylor. Pasangan ini memainkan karakter-karakter utama dengan cukup baik, dan chemistry di antara keduanya terbangun cukup kuat. Pertama kali melihat film ini, pikiran yang terlintas pertama kali yaitu Alex Pettyfer. Karena lelaki British ini merupakan aktor muda yang cukup bagus, dan sangat tampan. Walaupun di sini Alex berperan sebagai lelaki muda buruk rupa, namun penonton jangan khawatir, karena dengan keadaan karakter buruk rupa seperti itu, Alex Pettyfer tetap terlihat tampan dan sangat mengesankan.

Mengajarkan kita untuk tidak memandang orang dari tampilannya saja, film ini cukup baik dalam menyampaikan pesan tersebut.  Bukan termasuk ke dalam film terbaik, namun film ini sangat menghibur dan bagus, cocok  untuk anak-anak muda yang menyukai film fantasi dan bisa menjadi tontonan ringanmu di malam minggu.🙂

2 thoughts on “Love Is Never Ugly

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s