A Short Story

Kemacetan bukan sesuatu yang asing lagi bagi penduduk Jakarta. Setiap pagi sampai malam, setiap hari, Ibu Kota dari Indonesia tidak pernah luput dari kemacetan. Beragam kendaraan bermotor menumpuk di setiap jalan Jakarta. Mayoritas kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor yang memenuhi jalan. Tidak ada salahnya menggunakan kendaraan umum untuk bepergian dalam kota. Selain dapat mengurangi kemacetan, juga dapat mengurangi polusi dan pencemaran udara.

Namun, tidak semua orang bersedia untuk rela mengejar dari satu kendaraan umum lanjut dengan kendaraan umum lain dan penuh dengan keringat serta panas yang menyengat.Terkadang, keadaan yang berdesak-desakkan juga membuat orang tidak nyaman. Tapi, beragam jenis masyarakat dapat ditemukan saat menggunakan kendaraan umum. Dari anak kecil sampai orang tua yang sudah sepuh.

Bus sudah menjadi kendaraan umum langgananku setiap hari. Dari mulai berangkat ke kampus, sampai pulang menuju rumah dari kampus. Rute yang dilewati selalu sama, dan jenis angkutan umum yang digunakan juga selalu sama. Kopaja, dan mikrolet. Berdiri di dalam kopaja selama kurang lebih satu jam, berdesak-desakan dengan orang asing, bukanlah hal yang aneh lagi. Sambil naik bus dan mikrolet, menunggu sampai di tujuan, terkadang aku mendapatkan pengalaman dan bertemu orang-orang yang membuat kesan.

Ada beberapa orang yang dua sampai empat kali selalu naik di bus yang sama denganku. Lalu ada satu orang yang sering sekali kutemui menggunakan bus yang sama. Seorang bapak tua yang sudah sangat sepuh. Beliau berumur sekitar seperti ayahku, sudah lebih dari kepala lima. Tidak terlalu memerhatikan di mana beliau naik atau turun dari bus. Mendadak aku selalu sudah menemukannya berada di dalam bus.

Beliau sudah tua, dan tidak seperti orang normal lain. Beliau tidak berbicara, dan memakai tongkat. Lebih tepatnya, beliau seperti habis menderita sakit. Melihatnya menaiki dan menuruni bus sendiri tanpa didampingi oleh siapapun, membuat hatiku sedikit sakit. Bukan berarti aku mengenal beliau, namun terkadang beliau mengingatkanku kepada ayah. Secara pribadi, aku tidak bisa membiarkan ayah menaiki dan menuruni bus sendirian seperti yang dilakukan beliau. Tidak ada yang dapat mengetahui fakta dibalik alasan mengapa beliau selalu bepergian sendiri dengan kondisi seperti itu. Tidak jarang juga terlihat ibu-ibu paruh baya yang sendirian dan tampak kesepian di dalam bus.

Lalu, aku pernah sekali menaiki sebuah bus yang dipenuhi oleh anak-anak sekolah. Waktu itu, jam yang kupilih untuk naik bus merupakan jam pagi. Bus terasa sangat ramai, dan dipenuhi oleh celotehan-celotehan yang mengalir terus menerus. Di dalam bus itu hanya dipenuhi oleh anak-anak SMP. Hanya sedikit penumpang lain yang ada dan bisa dihitung tangan. Mereka sangat bersemangat, berbicara dan tertawa tanpa henti bersama teman-teman. Anak-anak ini membuat pikiranku kembali melayang. Mengingat masa-masa SMP dulu yang seperti mereka. bersemangat, lepas seperti tanpa beban. Hidup saat masa SMP, seperti hanya berputar tentang aku, teman-teman, sekolah dan terulang putaran yang sama. Tidak banyak hal yang menjadi pikiran saat itu.

Anak-anak SMP ini saling meledek satu sama lain tentang segala hal, tanpa ada perasaan tersinggung. Lalu suara-suara itu mulai terhenti, saat kusadari mereka sedang bersiap-siap untuk turun dari bus. Secara bergantian, mereka menuruni bus. Yang laki-laki membantu teman-teman perempuannya turun dengan hati-hati. Sangat lucu melihat anak-anak SMP sudah melakukan hal semacam itu.

Menjalani kegiatan dengan menggunakan bus di dalam kota, tidak sepenuhnya membuat rugi. Banyak hal yang dapat menjadi hiburan, atau memberikan pelajaran selama perjalanan. Bukan hanya suara radio, atau music yang diputar keras-keras, tapi suasana dan pemandangan di sekitar selama perjalanan menjadi sebuah pengalaman yang datang hanya sekali. Sekali-sekali yuk, coba untuk menggunakan kendaraan atau angkutan umum.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s