Old or New, Which One You Prefer?

Informasi menjadi sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dengan kebutuhan sehari-hari saat ini. Dari mulai informasi mengenai politik, ekonomi, sosial sampai informasi mengenai dunia hiburan yang dapat menjadi pengalihan dari padatnya kegiatan seharian. Berbagai macam jenis dan bentuk media yang menjadi tempat informasi-informasi tersebut disajikan, yaitu media massa dan media sosial.

Media massa merupakan salah satu media yang digunakan dalam penyampaian informasi untuk masyarakat luas. Sebelum adanya media massa, masyarakat berbagi dan bertukar informasi hanya dengan menyampaikan dari mulut ke mulut. Namun media massa seperti telah mempermudah proses tersebut.

Dalam buku Public Relations Politik oleh Gun Gun Heryanto dan Irwa Zarkasy (2012: 53) dikatakan bahwa media cetak, seperti koran, tabloid, majalah, dan jurnal, biasanya terdiri dari empat departemen atau bidang, yakni departemen editorial, departemen iklan, departemen produksi, dan departemen sirkulasi. Departemen-departemen ini memiliki fungsi yang penting terkait dengan produksi media tersebut.

Setiap minggu bahkan setiap hari, kini masyarakat dapat mengonsumsi berbagai informasi yang disajikan oleh media massa. Lewat televisi, radio, surat kabar, dan berbagai media massa lain, kita sudah bisa mendapatkan berbagai macam jenis informasi, dari yang memang kita butuhkan sampai yang hanya menjadi hiburan. Dalam penyampaian informasi lewat media massa terdapat proses yang harus dilalui agar informasi tersebut dapat tersajikan dengan baik. Tidak semua informasi dapat dengan mudah lolos dan ditampilkan di beberapa media. Media massa biasanya memiliki seorang yang berperan dalam menentukan informasi tersebut peting atau tidak untuk lalu ditampilkan dalam media.

Selain itu, media massa cenderung memiliki sifat penyampaian informasi yang satu arah. Pihak media memang menyampaikan informasi dan berita yang berguna bagi masyarakat, namun tidak selalu masyarakat bisa memberikan balasan kepada media menyangkut berita atau informasi yang mereka dapat.  Masyarakat cenderung berperan pasif dalam menerima berita atau informasi yang diberikan oleh media massa.

Begitu sebaliknya dengan media sosial. Sebuah media yang datang dalam beberapa tahun terakhir dan membuat berbagai kalangan masyarakat tertarik dalam perkembangannya. Jika kita membahas tentang media sosial, kita tidak bisa tak acuh untuk membicarakan internet. Karena keduanya tampak berhubungan erat. Media sosial merupakan media modern yang melibatkan orang yang menerima dengan yang memberikan informasi. Media ini juga biasa dikenal dengan media online yang setiap pembaca dari berita atau informasi di situ dapat memberikan feedback kepada pemberi berita atau informasi.

Media sosial memiliki berbagai jenis meliputi jejaring sosial, forum, blog, dan masih banyak lain. Jejaring sosial salah satunya yang sedang happening di kalangan anak muda. Dulu sebuah jejaring sosial disebut Friendster menjadi sesuatu yang wajib digunakan oleh anak muda. Seakan seorang pelajar yang tidak memiliki sebuah akun Friendster dirasa tidak gaul di antara teman-temannya. Friendster bertahan untuk beberapa tahun, lalu jaman mulai bergerak dan berganti, trend Friendsterpun mulai digeser dengan kehadiran Facebook, Twitter dan berbagai jejaring sosial baru.

Bukan hanya jejaring sosial, namun blog dan forum pun termasuk ke dalam media sosial yang banyak digunakan para orang dalam menyampaikan berita dan informasi. Banyak jenis blog dan forum yang dapat digunakan di dunia internet gratis. Untuk blog, kita dapat menghias halaman blog dengan beragam macam tema, warna, atau gambar, sedangkan forum juga dapat dihias dan diberikan sentuhan-sentuhan tema, warna serta gambar namun diatur oleh si pengurus forum sendiri. Jika kita hanya terdaftar sebagai anggota forum, kita hanya bisa mengatur halaman profile dan memberikan komentar-komentar dalam topik yang ditulis dalam forum.

Dalam media sosial kita juga bisa mendapatkan berbagai informasi yang ingin kita ketahui, tentang apapun. Berbagai situs yang memberikan layanan sebagai mesin pencari yang dapat digunakan untuk melacak apapun di media sosial. Salah satu situs search engine yang sudah banyak dikenal adalah Google. Lewat situs ini, kita dapat memperoleh informasi yang kita inginkan dengan hanya menuliskan kata kunci yang sesuai dengan informasi tersebut. Sangat mudah dan cepat. Lewat situs sejenis ini pula, berbagai berita dapat dengan mudah menyebar luas ke berbagai tempat, penjuru bahkan dunia. ini juga menyebabkan banjir informasi dalam media sosial, karena sudah terlalu banyak berita dan informasi yang disampaikan lewat media sosial.

Di sinilah kita dapat melihat adanya perbedaan antara media massa dengan media sosial. Di atas dituliskan bahwa dalam media massa, pembaca atau penerima berita dan informasi cenderung berperan pasif dalam penyampaian berita dan informasi. Mereka tidak dapat memberikan feedback atau balasan atas berita yang mereka dapat dari media tersebut. Pesan cenderung berjalan hanya satu arah dan jarang adanya timbal balik dari penerima. Selain itu, media massa juga memiliki gatekeeper sebagai pihak yang memiliki peran besar dalam menentukan berita pantas atau tidaknya disajikan kepada masyarakat lewat media massa.

Sedangkan media sosial cenderung “bebas”. Lewat media sosial semua bisa menjadi pengirim berita. Tidak ada batasan atau syarat untuk orang yang ingin menyampaikan berita atau informasi melalui media sosial. Saat suatu topik muncul di permukaan dan mulai dibicarakan oleh masyarakat, orang-orang yang aktif di dunia media sosial bisa dengan mudah membahas topik hangat tersebut, bahkan menyalurkan opini dan pendapat mereka dengan bebas.

Media sosial tidak memiliki gatekeeper yang jelas dalam penyampaian berita atau informasi. Memang seperti dalam forum, terdapat sekelompok orang yang bisa mengubah atau mengatur forum, namun setiap anggota forum dengan bebas dapat mengeluarkan berita yang ingin disampaikan. Selain itu, lewat media sosial penerima berita atau informasi dapat dengan mudah memberikan timbal balik atau feedback kepada si pengirim berita atau informasi. Timbal balik ini juga cenderung cepat, sehingga sang pengirim berita dapat melakukan diskusi langsung dengan penerima berita dalam media sosial.

Hal seperti ini juga kurang baik, karena terkadang suatu berita dapat menyebar secara cepat dan tak terkendali lewat media sosial. Sebuah berita yang baru terjadi, dapat dengan mudah dan cepat menyebar secara luas melalui media sosial dalam hitungan menit. Kalau dalam media massa terdapat orang-orang yang mengendalikan pembuatan berita, sedangkan dalam media sosial tidak.

Hal ini juga dapat menyusahkan pihak yang berhubungan dengan berita yang telah menyebar di media sosial. Bagus, jika berita yang beredar merupakan berita baik, namun akan menjadi malapetaka jika berita yang telah beredar luas dan susah untuk diredam merupakan berita buruk yang dapat menjatuhkan atau merugikan perusahaan, organisasi, atau seorang individu.

referensi: buku Public Relations oleh Gun Gun Heryanto dan Irwa Zarkasy (2012) dan Wikipedia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s